Ada seseoorang perempuan namanya Lian, dia memiliki kotak. Dia sangat sayang dengan kotaknya, setiap hari dia merawat kotak itu dan membersihkannya. Tak ada satu orang pun yang masuk ke dalam kotak itu. Namun pada suatu hari seseorang di Taman datang menepuk bahunya kala dia sendirian dan tersenyum katakan “hai”. Revan namanya
Setiap hari Revan menemuinya, dan bercengkrama dengan Lian, Lian sangat senang sekali dengan Revan. Hingga Revan ingin meminta untuk memainkan kotak itu, namun Lian enggan, Lian malu. Revan selalu meyakinkan dirinya. Karena Lian tengah suka dengan Revan akhirnya Lian beri kunci dari kotak itu. Revan selalu mencoba ingin tahu ada apa di dalam kotak itu, dia terus mencoba membujuk Lian, dan aaaah kotak itu mulai terbuka dengan kunci yang dimiliki Revan. Revan mengintip sedikit dan mencoba memasukan tangannya dan lebih dalam, hingga Lian melarangnya lalu pergi.
Revan masih tetap menemuinya, dan ingin melihat lagi isi kotak itu. Lian hanya tersenyum dan tidak ingin membuka kotak itu lagi. Lian hanya ingin tetap bersama Revan.
Saat itu Lian duduk di kursi taman menunggu Revan datang, namun Revan tidak kunjung kembali, Lian terus mencari. Pada saat itu Lian mendengar kabar bahwa Revan kini pulang ke tempat tinggal yang jauh dari pemukiman Lian. Lian tampak sedih, berharap Revan ingin menemuinya sekali lagi. Lalu Lian tersadar “kunci kotak ku ada di Revan” Lian mulai bingung, kunci itu hanya ada satu untuk membuka kotak itu.
Lian mulai bertekad untuk menemui Revan, dengan segala terpaan yang ada, Lian tetap berusaha untuk menemui Revan di ujung negeri, meski Lian beberapa kali terjatuh dan tetap terus berjalan. Kala itu Revan tengah duduh di suatu kursi, sendiri tampak menunggu. Lalu dengan wajah merona merah, Lian menemuinya. Revan senang bisa bertemu dengan Lian. Revan tidak tahu persis alasan Lian berkunjung ke tempatnya, mengingat jauh sekali kini jarak Lian dan Revan. Dalam hati Lian, Lian ingin bertemu dengannya. Namun Lian malu mengatakannya. Lian pun duduk di kursi bersama Revan dengan kotak Lian, hingga Revan melihat kotak itu. Revan mulai ingat dan mengambil kunci Lian di sakunya, Lalu Revan memasukkan kunci ke dalam kotak, namun Lian gugup dan takut, tapi keras Recan akhirnya Kotak itu terbuka. Revan melihat dan bermain dengan kotak itu.
Hingga akhirnya Lian berbicara “kita bisa berbagi kotak ini bersama”. Revan mulai berjalan mundur “Aku sudah memiliki kotak lain” revan memperlihatkan kotak baru Revan kepada Lian. Lian langsung memalingkan muka dan berbisik didalam hati “kamu sudah tahu isi kotakku” Lian pergi meninggalkan Revan sambil menyeka matanya. Lalu hingga ketika dia sadar kotak itu sudah rusak. Kunci dari kotak itu pun patah.






0 komentar:
Posting Komentar