About

Rabu, 28 Januari 2015

ini sebenarnya pertama

entah mengapa bagi saya perjalanan adalah tempat dimana saya bisa berfikir jernih, entah ilham apa yang hadir, sesekali saya sering menangis dengan sendirinya.
kemarin lalu, di perjalanan saya bercerita tentang cinta "nak, lihat mereka orang tua itu di motor bawa bayinya, sepertinya akan ke dokter, bayinya sakit" "ahh iya, jadi orang tua itu seperti itu yaa, karena khawatir takut kenapa-kenapa dengan anaknya, pukul begini beraninya keluar, pengorbanan orang tua seperti itu pah" sahutku "iya, karena bayi sebelum dikebumikan, Allah SWT memberikan cinta dan kasih sayang kepada orang tua untuk anaknya, tanpa cinta yang dianugerahi tak ada orang tua yang sudi merawat bayi mereka, tapi cinta itu yang membuat segalanya menjadi aku sedia" jawabnya. benar sekali.
pada perjalanan di bis, ada pemberhentian sebelumnya, ku lihat jendela dan heeeey ada keluarga kecil yaitu suami yang menggendong anak perempuannya bersama ibunya, tampak anak itu sedang kesal dengan ibunya namun ibu itu tetap tertawa, lalu ayahnya mencium anaknya, mereka tampak bahagia sekali. ahhh itu cinta. terkadang manusia lupa akan cinta, mereka hanya mementingkan nafsu semata, memikirkan orang yang belum hak bagi dirinya, tak perlu, tak perlu sekali.
bahwa mereka lupa bahwa ada cinta yang lain yang perlu kita perhatikan
bahwa mereka lupa, surga ada kaki yang mana ?
bahwa mereka lupa, ridha sang Khalik bukan dari orang yang bahkan identitasnya pun entah siapa nya apa
bahwa mereka lupa, bahwa cinta pertama adalah pada mereka. pada mereka yang memberikan asinya, pada mereka yang terjaga di malam harinya karena rengekan kita yang entah ingin apa, karena untuk berbicarapun pada saat itu tak mampu, nah ini pertama.

Selasa, 27 Januari 2015

Suka Duka ODOJ G#3228

Enam bulan kemarin saya mencoba mengikuti suatu komunitas yang menarik hati saya dan komunitas ini sudah terkenal dimana-mana yaitu one day one juz di ODOJ G#3228 yang beranggotakan 30 orang, saya begitu antusias sekali dengan grup ini, karena bagi saya grup ini keren dalam hal ini bukan ajang "keren-kerennan", tapi saling mengingatkan, ukhwah di segala penjuru, sosial media pun tidak hanya dipakai untuk hal yang baik dan hal manfa'at lainnya.
Masih beberapa hari ikutan ODOJ, saya di angkat menjadi Co-Admin, behubung saya ikut grup yang masih baru dan grup ini masih dalam proses berkembang, juga dalam struktur grup inibelum ada. Berfikir lamat-lamat apa yang ditawari Admin, fikiran saya awalnya enggan, namun dalam hati jika ini hal baik, kenapa tidak ?
dari mulai belajar update list, memperhatikan juz satu per satu tiap orang, ganti list baru walau awal-awal sering salah, dan sampai sekarang juga saya masih suka salah *plak -_- maafkan saya -_- lalu belajar japri orang (jaringan pribadi) dan ada semua anggota yang ada di grup dengan menanyakan hal "assalamu'alaikum ukhti, sudah kholas belum?" "assalamu'alaikum, gimana tilawahnya ?" berkenalan, bercakap-cakap dari satu anggota ke anggota yang lain begitu dan seterusnya, juga meramaikan apa yang ada di grup. Wah subhanallah ini adalah hal baru bagi saya.
bulan ke bulan, ternyata, admin odoj untuk hari ini tidak sanggup untuk bertugas menjadi admin, dan mau tidak mau, lalu dari pada grup ini tidak terkontrol, saya coba jalani tugas admin ini. berat sebenarnya, karena jadi Co-admin saja sudah lelah bagi saya.hehe tapi yaa insyaallah saya usahakan semampu saya.
karena saya menjadi admin disini, akhirnya saya tergabung di WhatsApp anggota fasil 41, dan anggota asshafiyah untuk melaporkan jumlah anggota tilawah grup. tuhh makin berat tugasnya,hehehe juga ada laporan tilawah admin juga disini, lalu tugas adminyaitu shared grup tentang kominex banyak kan.hehe
tapi di sisi lain, saya memiliki banyak pengetahuan dan hikmah disini.
ternyata odoj itu memiliki cabang grup lain yaitu ODOLA, ODALF, KODHAM, KUTUB, juga grup lain seperti Hamba Allah, ANTARIKSA, TUBEWOW, Ibunda Hafidz Quran, Kilat-Qu, Ma'Tsurat, lalu masih banyak grup lainnya. waaaaah subhanAllah. saya juga memiliki orang-orang yang membangun saya dalam hal ibadah, terutama odoj ini, dan ibadah hal lainnya, saya pun sering dapat tausiyah lain, jadi pengetahuan islam tidak diam disini, juga terkadang adanya mereka deretan grup ini saya merasa tidak sendiri :'), banyak teman, uhh menyenangkan bagi saya memiliki mereka. lalu karena saya admin disini, mengingatkan tilawah grup hari ini saya tahu rasanya bagaimana ketika mengingatkan tidak ada kabar, terkadang ada anggota yang begitu lah tapi alhamdulillah anggota grup sekarang pada baik-baik.hehe, nyeseknya ketika tidak di read tapi bisa update pm, sakitnya ketika jawaban tilawah dingin, apalagi yang kholas jumlahnya setengah, ah apa saya yang kurang kontrol terhadap grup ini ? apakah saya tidak nyaman bagi mereka ? terkadang bbm eror, paket internet habis, duuuh pusing galau risau resah campur aduk kayak gado-gado.
 namun ada kalanya seorang admin juga lelah, butuh penyemangat, jika mengeluh terus tidak akan ada habisnya, ahh bawa baiknya saja, lillah. suka duka ODOJ banyak sekali, tapi tetap semangat, hal yang buat saya tegar disini adalah "bisa jadi kunci surga itu ada di do'a do'a mereka di grup, pada tiap bibir basah dengan lantunan ayat per juz, pada tiap-tiap waktu yang dipakai untuk intens di grup, pada tiap keringat pulsa yang dipakai untuk paket internet".
semoga menjadi ladang pahala bagi mereka-mereka yang menyempatkan tilawahnya di sela waktunya :) insyaAllah

Senin, 26 Januari 2015

Tentang hati

SMA dulu, yap Arman
beliau begitu menawan, untukku, perawakan tinggi, kurus, kuning langsat, suara bagus, berkacamata tebal dan pastinya smart, ya aku tahu sekilas dari teman seSMA ku, Mery ketika tak berjumpa hampir dua tahun lamanya, tetap cantik, jilbabnya tetap tertutup rapat menutup dada, rok selalu tak lepas dalam kakinya dengan balutan kaos kaki, "kamu tetap cantik seperti dulu Mer" aku bertemu dan sedikit berbincang dengannya. Hari ini aku baru menemui Arman, baru berbicara dengan Arman, telah lama mengenalnya selama 3 tahun kemarin, walau Arman tidak tahu hal itu, yap aku tidak pernah nyata untuknya, bahkan tidak ada dalam kisah nya, ya aku tahu Mery lebih tahu hal itu karena memang Mery adalah seorang aktivis di organisasi luar dan Mery pasti tahu Arman, kita tidak sesekolah dulu.
"iya fir Arman pulang kemarin ada perlu katanya, makanya hari ini tidak hadir", tatap ku "fir, kamu tahu ? sebenarnya...." "kenapa mer?" tanyaku heran "aku malu mengatakannya fir" "lah.. kenapa ?" "tidak, fir begini, aku tidak seperti Hera dan kamu fir, tidak seperti apa dengan menjaga hati seperti apa yang kalian nanti" "maksudnya mer ??"aku semakin bertanya-tanya "begini, dulu aku pernah bertemu Arman dalam suatu acara, disana aku tahu halnya, kamu tak tahu fir, dulu Arman sempat mengatakan sesuatu kepadaku hal yang sakral, aku sudah datang ke rumahnya, dan aku sudah memperkenalkan kepada kedua keluargaku, sebenarnya sebelum kami sekarang disini, kami berencana menikah, tapi kami tunda dulu, kamu tahu hubungan kami sekarang rumit, entah apa, tapi ini rumit" jelas Mery, hatiku tersontak kaget dengan penjelasan Mery, melotot heran, "benar begitu mer ?, wah subhanAllah kamu sudah ada calon rupanya, Arman tampak baik kok walau aku baru melihatnya minggu lalu" jawabku senyum "yap dia baik sekali", aku melihatnya dengan hati kaget sedikit bertanya-tanya dan mengorek, namun fikirku kata sakit hati ? tidak tapi ada kecewa saja ternyata Arman melakukan hal yang lain yang tidak aku tahuk pasrah ? yap, pastinya. bukankah cinta yang sesungguhnya ikhlas dalam kehendakNya jika itu takdirNya ? baiknya perasaan ini tetap ada pada sang Pemilik Hati, aku tahu, rasanya mereka tak perlu mengetahui akan hal ini. " Eh tunggu, kamu suka Arman yaa? tanya Mery padaku "Ahh kau ini, tahu saja aku baru kemarin masa sudah suka lagi, kau ini ada-ada saja, Arman cocok untuk mu Mer" sahutku nyengir.

Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang melepaskan, pasrah pada yang kuasa, takdir kehendakNya aku tahu, indah.

Sepenggal kisah jalan

Siang kemarin saya pulang ke kampung halaman saya, sebelum perjalanan pulang, ada bapak-bapak menyodorkan tangannya dan bilang "assalamu'alaikum bu haji", saya tersontak kaget, takut ternyata ada orang mengemis dengan cara memaksa seperti itu "maaf pak" dengan menolak, namun tetap bapak itu memaksa dengan tangan tetap mengadah meminta mengharap untuk saya mengeluarkan uang di dompet saya, ahh saya pun kabur dan minta tolong pada orang yang disana agar bapak itu pergi. lega rasanya. namun ketika saya lihat lagi kepergiannya, dijalan itu bapak tersebut terus melakukan hal yang sama dan sasarannya adalah perempuan, ahh menyeramkan sekali. Pengemis model baru.Lalu"pak carrefour yaa?"tanyaku pada bapak tukang angkot "iya neng" angguknya lalu saya naik, lalu duduk dalam hati alhamdulillah, akhirnya dengan melihat layar hp "pak saya mau pulang hari ini" ahh terimakasih tuhan telah mengizinkan saya untuk pergi.Sisi-sisi jalan saya perhatikan jalan, yup hal yang menyenangkan bagi saya dan saya fikir ini hobby saya, melihat jalan keluar, lalu mataku tersudut pada "bruk", potret di jalanan bapak pemulung yang satu dua botol plastik jatuh dalam karungnya lalu dimasukan lagi, jatuh lagi, selalu seperti itu. ku perhatikan dalam hati, ketika orang lain meminta, mengemis, tangan di bawah, masih ada orang tetap berjalan kaki tanpa alas mencari uang halal dengan keringatnya dengan baju lusuhnya berjalan tanpa lelah.Pak tetap seperti itu engkau tidak menghinakanmu dengan mengemis dan tetap mencari celah rizki yang Allah simpan dalam tumpukan sampah-sampah itu. yap ini jihadmu ini jalan Allah agar Dia ridha dengan apa yang kamu usahakan.Tetap berjalan tetap berjalan, semilir angin, "hei, di kota besar seperti ini masih ada orang gila berkeliaran di jalan?", orang itu berdiri dengan telanjang dada, kotor sekali, tulang rusuknya nampak di tubuhnya dengan melihat pedagang kaki lima penjual es kelapa muda, pedagang itu memberikan satu minuman dan menyuruh orang itu untuk pergi. ini! ini bukan cerita bahwa mengemis adalah boleh, sisi pandangan yang ku lihat yaitu bapak itu dengan rizkinya memberi sebagian rizkinya dan tetap berjualan dengan suka rela, lalu ? mau menyuruh orang gila untuk bekerja agar makan ? mana mungkin kan.Orang yang sedang meminum es kelapa itu adalah bukti kebesaran Allah. sekalipun keadaan makhluk itu gila, sekalipun tidak punya keluarga, Allah itu tidak akan menelantarkan makhlukNya dan tidak memberi rizki pada makhlukNya.sepenggal potret jalananini, ini......untukkuini adalah perenungan diriKuasa Allah itu benar adanya

Lalu

"pak carrefour yaa?"tanyaku pada bapak tukang angkot "iya neng" angguknya lalu saya naik, lalu duduk dalam hati alhamdulillah, akhirnya dengan melihat layar hp "pak saya mau pulang hari ini" ahh terimakasih tuhan telah mengizinkan saya untuk pergi.
Sisi-sisi jalan saya perhatikan jalan, yup hal yang menyenangkan bagi saya dan saya fikir ini hobby saya, melihat jalan keluar, lalu mataku tersudut pada "bruk", potret di jalanan bapak pemulung yang satu dua botol plastik jatuh dalam karungnya lalu dimasukan lagi, jatuh lagi, selalu seperti itu. ku perhatikan dalam hati, ketika orang lain meminta, mengemis, tangan di bawah, masih ada orang tetap berjalan kaki tanpa alas mencari uang halal dengan keringatnya dengan baju lusuhnya berjalan tanpa lelah.Pak tetap seperti itu engkau tidak menghinakanmu dengan mengemis dan tetap mencari celah rizki yang Allah simpan dalam tumpukan sampah-sampah itu. yap ini jihadmu ini jalan Allah agar Dia ridha dengan apa yang kamu usahakan.
Tetap berjalan tetap berjalan, semilir angin, "hei, di kota besar seperti ini masih ada orang gila berkeliaran di jalan?", orang itu berdiri dengan telanjang dada, kotor sekali, tulang rusuknya nampak di tubuhnya dengan melihat pedagang kaki lima penjual es kelapa muda, pedagang itu memberikan satu minuman dan menyuruh orang itu untuk pergi. ini! ini bukan cerita bahwa mengemis adalah boleh, sisi pandangan yang ku lihat yaitu bapak itu dengan rizkinya memberi sebagian rizkinya dan tetap berjualan dengan suka rela, lalu ? mau menyuruh orang gila untuk bekerja agar makan ? mana mungkin kan.
Orang yang sedang meminum es kelapa itu adalah bukti kebesaran Allah. sekalipun keadaan makhluk itu gila, sekalipun tidak punya keluarga, Allah itu tidak akan menelantarkan makhlukNya dan tidak memberi rizki pada makhlukNya.
sepenggal potret jalanan
ini, ini......
untukku
ini adalah perenungan diri
Kuasa Allah itu benar adanya