SMA dulu, yap Arman
beliau begitu menawan, untukku, perawakan tinggi, kurus, kuning langsat, suara bagus, berkacamata tebal dan pastinya smart, ya aku tahu sekilas dari teman seSMA ku, Mery ketika tak berjumpa hampir dua tahun lamanya, tetap cantik, jilbabnya tetap tertutup rapat menutup dada, rok selalu tak lepas dalam kakinya dengan balutan kaos kaki, "kamu tetap cantik seperti dulu Mer" aku bertemu dan sedikit berbincang dengannya. Hari ini aku baru menemui Arman, baru berbicara dengan Arman, telah lama mengenalnya selama 3 tahun kemarin, walau Arman tidak tahu hal itu, yap aku tidak pernah nyata untuknya, bahkan tidak ada dalam kisah nya, ya aku tahu Mery lebih tahu hal itu karena memang Mery adalah seorang aktivis di organisasi luar dan Mery pasti tahu Arman, kita tidak sesekolah dulu.
"iya fir Arman pulang kemarin ada perlu katanya, makanya hari ini tidak hadir", tatap ku "fir, kamu tahu ? sebenarnya...." "kenapa mer?" tanyaku heran "aku malu mengatakannya fir" "lah.. kenapa ?" "tidak, fir begini, aku tidak seperti Hera dan kamu fir, tidak seperti apa dengan menjaga hati seperti apa yang kalian nanti" "maksudnya mer ??"aku semakin bertanya-tanya "begini, dulu aku pernah bertemu Arman dalam suatu acara, disana aku tahu halnya, kamu tak tahu fir, dulu Arman sempat mengatakan sesuatu kepadaku hal yang sakral, aku sudah datang ke rumahnya, dan aku sudah memperkenalkan kepada kedua keluargaku, sebenarnya sebelum kami sekarang disini, kami berencana menikah, tapi kami tunda dulu, kamu tahu hubungan kami sekarang rumit, entah apa, tapi ini rumit" jelas Mery, hatiku tersontak kaget dengan penjelasan Mery, melotot heran, "benar begitu mer ?, wah subhanAllah kamu sudah ada calon rupanya, Arman tampak baik kok walau aku baru melihatnya minggu lalu" jawabku senyum "yap dia baik sekali", aku melihatnya dengan hati kaget sedikit bertanya-tanya dan mengorek, namun fikirku kata sakit hati ? tidak tapi ada kecewa saja ternyata Arman melakukan hal yang lain yang tidak aku tahuk pasrah ? yap, pastinya. bukankah cinta yang sesungguhnya ikhlas dalam kehendakNya jika itu takdirNya ? baiknya perasaan ini tetap ada pada sang Pemilik Hati, aku tahu, rasanya mereka tak perlu mengetahui akan hal ini. " Eh tunggu, kamu suka Arman yaa? tanya Mery padaku "Ahh kau ini, tahu saja aku baru kemarin masa sudah suka lagi, kau ini ada-ada saja, Arman cocok untuk mu Mer" sahutku nyengir.
Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang melepaskan, pasrah pada yang kuasa, takdir kehendakNya aku tahu, indah.






0 komentar:
Posting Komentar