About

Minggu, 18 September 2016

gatau ini post apaan karangan gue yang aneh wkwk

3 bulan yang lalu
PING!!! ponselnya menyala. "Amri.." nurul tersenyum, lalu dia balas messenger itu.
"Hai Amri lama tak jumpa"
"eh gimana kabar anti ? bandung menyenangkan ya?"
"Alhamdulillah khair, tahu aja ana di bandung, luar negeri pasti asik ya ? share kegiatan disana dong"
"berbeda dengan Indonesia, Perth lebih bersih, rapih. lain waktu kamu harus coba kesini dri, bagus sekali, btw dpmu itu kau ? wah sudah beda sekali ya. makin ayu"
Indri tersipu malu, yup. dia memang suka terhadap Amri, akhir-akhir ini. smart, lulusan luar negeri, keluarga terpandang, kakaknya juga baik. lihat isteri kakaknya juga shalihah, jilbabnya terulur, ah semoga saja Amri pun demikian, inshaAllah dia baik
2 jam berlalu jam dinding sudah menunjukkan pukul 13.30, Indri masih asik saja dengan ponselnya di pojok kasur sambil memeluk bantal dan fokus terhadap ponselnya. dia senyum sendiri tertawa. jam 14.00 berlalu "Astaghfirullah, Dzuhur" langsung dia beranjak, turun dari kasur, mengambil air wudhu, dan shalat, dengan kilatnya dia kembali lagi pada dunia handphonenya dan dia lupa hari ini waktunya muraja'ah hafalannya, tilawah yg tinggal satu half juz lagi. namun dia terlalu asik dengan Amri, teman pondok lamanya.
hari berlalu, setiap aktifitasnya "PING!!!" Amri menggetarkan handphonenya, bahkan kini hatinya. ah ya.. Indri mulai tersentuh hatinya.
*Di kampus "Kemana aja baru dateng, sekarang sering telat nih. kenapa ? tugas penelitian kita masih banyak loh, gimana kamu sudah survei ?" tanya Dini
"Eh, Oh yaa, aduh gue lupa Din, maaf. kemarin...." Indri beralasan
"apa ? kemarin sabtu gak kemana-mana kan ?"
"di rumah sih, tapi gue.hehe lupa, entar sore gue kesana deh. tokonya buka kan jam segitu ?"
"udah, sama gue kemaren. elu lama ah"
Indri hanya nyengir memperlihatkan deretan giginya
"eh gimana tugas pak Ridwan, selesai?"
indri mengangkat alisnya mengingat-ngingat dan menepuk dahinya "Astaghfirullah, dikumpulin besok ya?"
"eh kok dri elu jadi pelupa gini ya? makanya jangan kebanyakan makan MSG, kata org itu bisa bikin ingetan elu jelek, isi tuh buku harianmu"
"iyeee iyeee. maaf lah Din, gue manage waktu gue lebih rapih lagi"
lalu ponsel Indri bergetar, mata dini melirik "ciiiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeeeeee" dini menyenggol bahu Indri yang ada di sampingnya
"apa sih din, ini temen pondok ane dulu dia ketua osis dulunya dan gue juga menjabat di
*Deug
Sudah ke sekian kali Allah mengetuk pintu hatinya, tapi. entahlah. perasaan itu selalu saja terjadi. selalu syaithan membuatnya terlena. bahkan lupa. Allah itu lebih berhak atas diriNya
04.00
"ya allah" lirih indri, bibirnya merapat air matanya menetes menahan
"jika ini yang terbaik ya Allah aku ridha.."
baiklah Indri melepas mukenanya, lalu apa yang harus dia lakukan
cetus bengis dalam hatinya "SEBAL TUHAN..................., Astaghfirullah.."
lalu Indri melepas ponselnya, tampak Amri dengan perempuan lain.
"jahat ya..."

Pelajaran Pertama

gue pernah baca tulisan kurang lebih kayak gini "jika kamu membantu seseorang, niscaya Allah akan membantumu". Hari ini gue dikasih kesempatan buat membantu seseorang. Cuman resikonya lumayan gede. Intinya ya kalo elo gak apik dalam ngebantuin hal itu ya akhir sudah harapan elo. Pertama gue nolak, karena yaaa coba tadi ngomongnya, gue mau. Terus beberapa jam kemudian gue mulai mikir, kalo gue di pihak mereka gue juga pasti kewalahan kannnn.
yaudah sih atas dasar kemanusiaan (tsaelahh) gue mencoba ambil resiko itu, yamasa gue gak bisa berusaha keras untuk apik, pasti lancar kokkkkkkkkkk
niat gue bukan ingin menjadi superhero, tapi atas dasar kalimat pertama "Ingin dibantu sama Allah"
gue ingin azam gue dikabul, sebenernya gue agak pasrah dengan keinginan gue. tapi masa iya Allah yang maha kuasa gak mampu buat semua tujuan keinginan gue kecapai. bukan berkesan nyepelein, yaemang sepele buat Allah, buat gue mah kompleks wkwk ini kepasrahan gue,gue gabisa bikin semua sesuai keinginan gue, makanya gue ingin merayu Allah. ingiiiiiiiin
ya doain aja guys pembaca blog meski gak ada pembaca karena blog gue gini adanya wkwk

Sabtu, 17 September 2016

Cerita Lian

Ada seseoorang perempuan namanya Lian, dia memiliki kotak. Dia sangat sayang dengan kotaknya, setiap hari dia merawat kotak itu dan membersihkannya. Tak ada satu orang pun yang masuk ke dalam kotak itu. Namun pada suatu hari seseorang di Taman datang menepuk bahunya kala dia sendirian dan tersenyum katakan “hai”. Revan namanya
Setiap hari Revan menemuinya, dan bercengkrama dengan Lian, Lian sangat senang sekali dengan Revan. Hingga Revan ingin meminta untuk memainkan kotak itu, namun Lian enggan, Lian malu. Revan selalu meyakinkan dirinya. Karena Lian tengah suka dengan Revan akhirnya Lian beri kunci dari kotak itu. Revan selalu mencoba ingin tahu ada apa di dalam kotak itu, dia terus mencoba membujuk Lian, dan aaaah kotak itu mulai terbuka dengan kunci yang dimiliki Revan. Revan mengintip sedikit dan mencoba memasukan tangannya dan lebih dalam, hingga Lian melarangnya lalu pergi.
Revan masih tetap menemuinya, dan ingin melihat lagi isi kotak itu. Lian hanya tersenyum dan tidak ingin membuka kotak itu lagi. Lian hanya ingin tetap bersama Revan.
Saat itu Lian duduk di kursi taman menunggu Revan datang, namun Revan tidak kunjung kembali, Lian terus mencari. Pada saat itu Lian mendengar kabar bahwa Revan kini pulang ke tempat tinggal yang jauh dari pemukiman Lian. Lian tampak sedih, berharap Revan ingin menemuinya sekali lagi. Lalu Lian tersadar “kunci kotak ku ada di Revan” Lian mulai bingung, kunci itu hanya ada satu untuk membuka kotak itu.
Lian mulai bertekad untuk menemui Revan, dengan segala terpaan yang ada, Lian tetap berusaha untuk menemui Revan di ujung negeri, meski Lian beberapa kali terjatuh dan tetap terus berjalan. Kala itu Revan tengah duduh di suatu kursi, sendiri tampak menunggu. Lalu dengan wajah merona merah, Lian menemuinya. Revan senang bisa bertemu dengan Lian. Revan tidak tahu persis alasan Lian berkunjung ke tempatnya, mengingat jauh sekali kini jarak Lian dan Revan. Dalam hati Lian, Lian ingin bertemu dengannya. Namun Lian malu mengatakannya. Lian pun duduk di kursi bersama Revan dengan kotak Lian, hingga Revan melihat kotak itu. Revan mulai ingat dan mengambil kunci Lian di sakunya, Lalu Revan memasukkan kunci ke dalam kotak, namun Lian gugup dan takut, tapi keras Recan akhirnya Kotak itu terbuka. Revan melihat dan bermain dengan kotak itu.
Hingga akhirnya Lian berbicara “kita bisa berbagi kotak ini bersama”. Revan mulai berjalan mundur “Aku sudah memiliki kotak lain” revan memperlihatkan kotak baru Revan kepada Lian. Lian langsung memalingkan muka dan berbisik didalam hati “kamu sudah tahu isi kotakku”  Lian pergi meninggalkan Revan sambil menyeka matanya. Lalu hingga ketika dia sadar kotak itu sudah rusak. Kunci dari kotak itu pun patah.

Selasa, 13 September 2016

Bandung tigabelas september 2016

ketika kamu merasa kamu telah menemukan sahabat terbaik. maka kamu harus lihat kembali apakah benar seseorang itu ?
Karena, definisi teman terbaik adalah mereka yang selalu mendengar cerita kalian sebosan apapun dia sebutkan, atau mereka yang ketika kamu butuh mereka ada disamping, menghubungi, menanyakan
yup intan tahu, semua orang memiliki kekurangan masing-masing tapi bagi intan sendiri. teman itu yang nerima kamu apa adanya kan ?
seburuk apapun kamu


intan fikirrrrrrrrrr.. intan hanya menemukan satu teman terbaik dari satu angkatan tiap generasi, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi
dan sekarang, apakah itu benar ? kamu menemukan teman kamu ?
intan rasa "tidak"