Siang kemarin saya pulang ke kampung halaman saya, sebelum perjalanan pulang, ada bapak-bapak menyodorkan tangannya dan bilang "assalamu'alaikum bu haji", saya tersontak kaget, takut ternyata ada orang mengemis dengan cara memaksa seperti itu "maaf pak" dengan menolak, namun tetap bapak itu memaksa dengan tangan tetap mengadah meminta mengharap untuk saya mengeluarkan uang di dompet saya, ahh saya pun kabur dan minta tolong pada orang yang disana agar bapak itu pergi. lega rasanya. namun ketika saya lihat lagi kepergiannya, dijalan itu bapak tersebut terus melakukan hal yang sama dan sasarannya adalah perempuan, ahh menyeramkan sekali. Pengemis model baru.Lalu"pak carrefour yaa?"tanyaku pada bapak tukang angkot "iya neng" angguknya lalu saya naik, lalu duduk dalam hati alhamdulillah, akhirnya dengan melihat layar hp "pak saya mau pulang hari ini" ahh terimakasih tuhan telah mengizinkan saya untuk pergi.Sisi-sisi jalan saya perhatikan jalan, yup hal yang menyenangkan bagi saya dan saya fikir ini hobby saya, melihat jalan keluar, lalu mataku tersudut pada "bruk", potret di jalanan bapak pemulung yang satu dua botol plastik jatuh dalam karungnya lalu dimasukan lagi, jatuh lagi, selalu seperti itu. ku perhatikan dalam hati, ketika orang lain meminta, mengemis, tangan di bawah, masih ada orang tetap berjalan kaki tanpa alas mencari uang halal dengan keringatnya dengan baju lusuhnya berjalan tanpa lelah.Pak tetap seperti itu engkau tidak menghinakanmu dengan mengemis dan tetap mencari celah rizki yang Allah simpan dalam tumpukan sampah-sampah itu. yap ini jihadmu ini jalan Allah agar Dia ridha dengan apa yang kamu usahakan.Tetap berjalan tetap berjalan, semilir angin, "hei, di kota besar seperti ini masih ada orang gila berkeliaran di jalan?", orang itu berdiri dengan telanjang dada, kotor sekali, tulang rusuknya nampak di tubuhnya dengan melihat pedagang kaki lima penjual es kelapa muda, pedagang itu memberikan satu minuman dan menyuruh orang itu untuk pergi. ini! ini bukan cerita bahwa mengemis adalah boleh, sisi pandangan yang ku lihat yaitu bapak itu dengan rizkinya memberi sebagian rizkinya dan tetap berjualan dengan suka rela, lalu ? mau menyuruh orang gila untuk bekerja agar makan ? mana mungkin kan.Orang yang sedang meminum es kelapa itu adalah bukti kebesaran Allah. sekalipun keadaan makhluk itu gila, sekalipun tidak punya keluarga, Allah itu tidak akan menelantarkan makhlukNya dan tidak memberi rizki pada makhlukNya.sepenggal potret jalananini, ini......untukkuini adalah perenungan diriKuasa Allah itu benar adanya
Lalu
"pak carrefour yaa?"tanyaku pada bapak tukang angkot "iya neng" angguknya lalu saya naik, lalu duduk dalam hati alhamdulillah, akhirnya dengan melihat layar hp "pak saya mau pulang hari ini" ahh terimakasih tuhan telah mengizinkan saya untuk pergi.
Sisi-sisi jalan saya perhatikan jalan, yup hal yang menyenangkan bagi saya dan saya fikir ini hobby saya, melihat jalan keluar, lalu mataku tersudut pada "bruk", potret di jalanan bapak pemulung yang satu dua botol plastik jatuh dalam karungnya lalu dimasukan lagi, jatuh lagi, selalu seperti itu. ku perhatikan dalam hati, ketika orang lain meminta, mengemis, tangan di bawah, masih ada orang tetap berjalan kaki tanpa alas mencari uang halal dengan keringatnya dengan baju lusuhnya berjalan tanpa lelah.Pak tetap seperti itu engkau tidak menghinakanmu dengan mengemis dan tetap mencari celah rizki yang Allah simpan dalam tumpukan sampah-sampah itu. yap ini jihadmu ini jalan Allah agar Dia ridha dengan apa yang kamu usahakan.
Tetap berjalan tetap berjalan, semilir angin, "hei, di kota besar seperti ini masih ada orang gila berkeliaran di jalan?", orang itu berdiri dengan telanjang dada, kotor sekali, tulang rusuknya nampak di tubuhnya dengan melihat pedagang kaki lima penjual es kelapa muda, pedagang itu memberikan satu minuman dan menyuruh orang itu untuk pergi. ini! ini bukan cerita bahwa mengemis adalah boleh, sisi pandangan yang ku lihat yaitu bapak itu dengan rizkinya memberi sebagian rizkinya dan tetap berjualan dengan suka rela, lalu ? mau menyuruh orang gila untuk bekerja agar makan ? mana mungkin kan.
Orang yang sedang meminum es kelapa itu adalah bukti kebesaran Allah. sekalipun keadaan makhluk itu gila, sekalipun tidak punya keluarga, Allah itu tidak akan menelantarkan makhlukNya dan tidak memberi rizki pada makhlukNya.
sepenggal potret jalanan
ini, ini......
untukku
ini adalah perenungan diri
Kuasa Allah itu benar adanya